Hirocademy - Education For The Future: TSM S.P
Showing posts with label TSM S.P. Show all posts
Showing posts with label TSM S.P. Show all posts

Tuesday, January 30, 2018

5 Komponen Didalam Sistem Pengisian Sepeda Motor Berikut dengan Fungsinya

January 30, 2018 0
5 Komponen Didalam Sistem Pengisian Sepeda Motor Berikut dengan Fungsinya
Sistem pengisian yang ada pada kendaraan sepeda motor merupakan sebuah rangkaian untuk dapat menyuplai berupa kebutuhan yang ada pada arus listrik sepeda motor yang sifatnya secara continue atau terus menerus. Kalian juga kalau mesin bensin, itu memerlukan sistem kelistrikan yang mana minimal untuk dapat menyalakan busi.
Lalu dari mana asal mula listrik tersebut ? apakah dari Batterai ?

Kalian wajib mengetahui kalau baterai itu bukan merupakan penyedia arus listrik utama yang ada pada kendaraan motor. Karena sifat dari baterai hanya dapat menyimpan energi listrik. Untuk itu listrik yang tersimpan sudah dikeluarkan semua, Maka akan secara otomatis baterai kehilangan daya dan tidak dapat untuk kalian gunakan.

Dan juga, pada motor-motor jadul juga memang biasanya tidak dilengkapi dengan yang namanya baterai. Akan tetapi, busi tetap ada, dengan kata lain batterai atau aki memang bukan merupakan sebuah sumber arus utama untuk dapat menyediakan arus listrik.

Dan kembali lagi dari mana kebutuhan energi listrik pada kendaraan Sepedah motor ini dipenuhi ?

Dan jawaban yang pasti adalah adanya charging system, yang mana charging system akan terus menyediakan arus listrik untuk adanya semua beban kelistrikan motor kapanpun. Dan pada Sistem pengisian dapat melakukan ini karena dengan adanya dasar berupa sistem pengisian motor yang memang menggunakan prinsip perubahan energi.

Energi yang telah diubah ialah  merupakan sebuah putaran hasil dari poros engkol yang menjadi tenaga listrik. Untuk dapat mengubahnya sistem ini dapat menggunakan prinsip perpotongan garis gaya magnet yang mana sewaktu sebuah medan magnet memotong kumparan, sehingga akan mengakibatkan yang manaya timbul beda potensial pada bagian kumparan tersebut dan menyebabkan adanya aliran listrik.

Oleh karena itu kami disini akan membahas satu persatu dari 5 komponen yang ada di dalam sistem pengisian, jadi mohon untuk di baca dengan baik - baik.

Komponen Sistem Pengisian Berikut dengan Fungsinya.

1. Spul/Stator coil
Spul atau bahasa lainnya merupakan stator coil memiliki suatu fungsi yang mana merupakan kumparan statis yang akan dapat menerima perpotongan dari garis gaya magnet yang ada pada rotor. Jika kalian berbicara pada pengisian mobil, maka spul ini dikatakan sebagai stator coil yang memang terletak disekitar rotor coil.

Akan tetapi, yang memang lebih familiar disebut dengan spul. Perbedaanya dengan pengisian yang adapa pada kendaraan mobil, yaitu letak stator coil. Untuk kendaraan berupa mobil, letak stator coil ini berada diarea luar rotor yang mana tepatnya mengelilingi rotor.

Namun pada Mobil, stator ini justru memang terletak didalam rotor. Rotor yang ada pada pengisian motor akan berbentuk seperti tromol, maka pada bagian tengahnya akan bisa diletakan stator coil.

Karena letaknya yang ada didalam rotor, maka skema seperti ini akan sangat mendukung sekali berupa ruang yang sempit seperti pada mesin motor.

2. Rotor magnet
Kalau stator yang memiliki fungsi, sebagai menangkap perpotongan garis gaya magnet, maka selanjutnya yang ada pada rotor memiliki suatu fungsi untuk dapat memotong stator coil. Baik pada pengisian mobil maupun pada motor, prinsipnya sama saja yaitu dengan menggunakan yang namanya kemagnetan pada rotor.

Sewaktu kemagnetan pada rotor, maka akan timbul yang namanya garis gaya magnet yang datang dari pole utara ke selatan. Karena letak rotor ini berdekatan dengan stator maka garis gaya magnet tersebut sudah dapat dipastikan akan mengenai stator coil.

Ketika mesin dilakukan yang namnya engkol, maka akan secara otomatis poros engkol akan langsung berputar dan karena rotor ini memiliki letak pada ujung poros engkol maka rotor juga akan langsung ikut berputar. Putaran yang terjadi pada rotor ini akan menggerakan garis gaya magnet yang sebelumnya ada. Pergerakan inilah yang nantinya akan menimbulkan perpotongan garis gaya magnet.

Namun, kembali lagi akan ada perbedaan pada rotor mobil dan motor, selain dari bentuknya kemagnetan rotor juga berbeda. Kalau pada kendaraan berupa mobil, kemagnetan rotor harus dapat dibangkitkan melalui induksi dari baterai atau aki. Namun kalau pada kendaraan sepedah motor, rotor ini sudah langsung dilengkapi magnet permanen sehingga tak perlu lagi diberikan induksi untuk membentuk garis gaya magnet.

Dengan demikian lah disebut dengan yang namanya rotor magnet karena rotor ini sudah dilengkapi dengan magnet.

3. Regulator/Kiprok
Regulator atau Kiprok atau Rectifier merupakan sebuah komponen yang memiliki fungsi untuk dapat meregulasi arus pengisian yang memang dihasilkan oleh spul. Sama kasusnya seperti dalam pengisian mobil, sewaktu RPM mesin tinggi maka akan secara otomatis putaran rotor juga akan semakin cepat maka yang akan terjadi adalah tegangan yang dihasilkan saat pengisian juga akan semakin besar.

Jika, memang tegangan besar ini dihubungkan ke kelistrikan kendaraan, maka akan ada yang namanya berupa resiko yaitu terbakar karena diluar dari pada kapasitas tegangan yang memang telah disiapkan. Dengan kata lain lah regulator atau kiprok atau rectifier dipakai agar tidak terjadi yang namanya overcharge.

Sepeda motor, yang namanya regulator ini juga sudah dilengkapi dengan satu set rectifier. Rectifier adalah berupa serangkaian dioda yang memang disusun sedemikian rupa untuk dapat menyearahkan arus listrik yang datang dari spul.

Ini karena arus dalam pengisian yang dihasilkan spul itu masih dalam bentuk bolak-balik (AC). Akan tetapi, kelistrikan pada motor menggunakan arus DC. Jadi ada yang namanya penyearahan arus dengan menggunakan dioda.

4. Aki/Batterai
Fungsi dari aki atau batterai ialah hanya sebagai penyimpan arus listrik yang telah dihasilkan oleh spul. Pada kendaraan sepeda motor konvensional atau karburator, aki tidak memiliki peranan yang memang cukup penting. Karena dari fungsinya hanya akan dapat terlihat ketika proses starting engine saja.

Selebihnya, sewaktu kendaraan sepeda motor hidup aki atau batterai sudah tidak lagi diperlukan karena dalam kebutuhan arus listrik sudah dipenuhi oleh sistem pengisian.

Akan tetapi, pada motor injeksi, aki atau batterai ini akan menjadi sebuah komponen yang cukup penting. Selain sebagai penyedia dari arus ECU, aki juga dapat berperan sebagai stabilizer tegangan. maka akan ada tegangan yang dapat masuk ke ECU tetap konstan.

5. Wire (kabel)
Kabel merupakan sebuah komponen yang selalu ada pada setiap rangkaian kelistrikan baik yang ada pada motor ataupun mobil. Termasuk yang ada pada sistem pengisian, ada banyak kabel yang diperlukan. Biasanya untuk dapat membedakan jenis kabel satu dengan yang lain digunakan perbedaan dari warna kabel.

Untuk arus positif biasanya menggunakan kabel yang berwarna merah, sementara kabel masa menggunakan kabel yang memiliki warna hitam. Kalau kabel ke lampu atau beban yang lain bisa kuning atau hijau tergantung jenis motor yang dipakai.

Rangkaian Sistem Pengisian yang ada Pada Sepeda Motor

Komponen-komponen yang telah disebutkan, apabila disatukan maka akan membentuk diagram seperti berikut ini :
Demikian yang dapat kami sampaikan untuk kalian semua. Semoga ilmu yang kami share ini dapat bermanfaat untuk kalian semua.

Sunday, January 28, 2018

Tutorial Pemeriksaan Sistem Pengisian

January 28, 2018 0
Tutorial Pemeriksaan Sistem Pengisian
Pemeriksaan pada sistem pengisian dari sepeda motor perlu dilakukan secara berkala, atau pada waktu terjadi kesalahan pada sistem kelistrikan sepeda motor terutama sewaktu terdapat indikasi baterai mengalami tegangan drop. Maka secara umum dalam pemeriksaan sistem pengisian sepeda motor hal ini akan dilakukan sewaktu dilakukannya service rutin pada sepeda motor kalian sewaktu berada di bengkel resmi.
Tahapan Pemeriksaan Sistem Pengisian Sepeda Motor
Berikut ini adalah beberapa tahapan di dalam pemeriksaan sistem pengisian sepeda motor :

Pemeriksaan Kebocoran pada Arus
Silahkan kalian periksa baterai dari pengosongan diri yang berlebihan dengan cara untuk memeriksa kebocoran arus sewaktu semua beban pemakaiannya tidak dinyalakan. Lepas kabel minus dari pada baterai, lalu kemudian rangkaikan dari Amper meter kabel berwarna merah hubungkan dengan minus baterai dan pada warna hitam dengan ujung kabel yang terlepas. Sewaktu dalam mengukur jangan menghidupkan kunci kontak kemudian, kalian bacalah hasil dari pengukuran.

Pemeriksaan kebocoran arus

Hasil dari pengukuran yang baik ialah tidak ada arus mengalir dengan menunjukan pada amper meter 0 amper.

Bila ada atau terbaca akan ada arus yang mengalir maka pada rangkaian akan terdapat kebocoran arus. Periksa bagian dari pada rangkaian dengan cara melepasnya satu persatu soketnya. apabila soket dalam keadaan terlepas arus tetap terbaca berarti dalam kebocoran bukan pada jalur soket yang dilepas. Dan sebaliknya apabila pada soket sedang dilepas dan arus juga tidak mengalir lagi berarti pada rangkaian inilah ada komponen atau kabel yang akan dihubungkan secara singkat.

Note: 
Jangan pernah menggunakan amper meter yang memang ukurannya lebih kecil dari pada arus yang semestinya, karena ini dapat merusakkan alat ukur yang sedang digunakan.

Pemeriksaan pada Tegangan Dan Arus Pengisian
Sebelum memulai pekerjaan ini segera lakukan pengecekan pada baterai (baterai harus dalam kondisi yang penuh) dengan cara mengukur dari berat jenis elektrolit pada baterai akan dapat diketahui kondisi baterai yaitu berupa berat jenis elektrolit 1,28 kg/l pada 20 C tetapi bila pada baterai yang terpasang merupakan baterai MF (Maintenance Free) maka pada pengecekan ini tidak akan dapat dilakukan. Lalu kalian ukurlah besar arus dari pengisian dengan cara seperti pada gambar yang sudah sebelumnya disampaikan, yaitu dengan cara melepas sekring utama, Lalu pasang lah kabel hitam ampermeter pada sisi baterai dan juga sisi merah pada sisi pemakai pada (kabel bodi), Lalu Lakukanlah Start dengan Kick Starter jangan menggunakan elektrik starter, hal ini dikarenakan akan merusakkan ampermeter. Setelah mesin dapat hidup maka naikkan putaran mesin sesuai dengan spesifikasi merk dan juga pada type sepeda motor lalu kemudian baca hasil pengkuran dan bandingkan dengan adanya spesifikasi arus yang dihasilkan dengan buku manual pada sepedah motor yang bersangkutan. Lalu lakukanlah juga sama seperti hal yang sama. Namun, nyalakan lampu kepalanya.

Pemeriksaan pada tegangan dan juga arus pengisian, pemeriksaan pada sistem pengisian dan sepeda motor, pemeriksaan sistem dari pengisian pada kendaraan sepeda motor, maka pemeriksaan komponen pada sistem pengapian dari sepeda motor, maka pemeriksaan sistem pengapian dari sepeda motor.

Pemeriksaan Tegangan dan Arus Pengisian

Pada saat yang secara bersamaan catat juga hasil dari tegangan dengan voltmeter yaitu dengan voltmeter dihubungkan pada terminal plus dan juga pada minus yang ada dibaterai.

Setelah melakukan pemeriksaan seperti yang ada diatas, hasilnya akan dapat disimpulkan dan juga dibandingkan pada hal-hal yang umum terjadi pada system pengisian dari kendaraan sepeda motor :

Tegangan yang melebihi dari tegangan jepit baterai yaitu (12Volt) dan juga arus yang mengalir kecil, hal ini juga menunjukkan system pegisian normal. Maka akan terjadi tegangan dan juga arus pengisian yang besar, ini dapat menunjukkan pengisian yang tidak normal. Ada pun kondisi lain yang terjadi sewaktu melakukan pengukuran ini seperti dibawah ini berikut ini hal yang mana memungkinkan penyebabnya.

Tegangan yang semakin tinggi dan juga arus yang semakin besar bila pada putarannya dinaikkan, akan ada kemungkinan penyebabnya adalah dari usia baterai sudah tua atau pada pemasangan baterai yang tidak sesuai dengan kapasitasnya yang tidak terlalu besar.

Arus pengisian yang normal tetapi tegangan dari pengisian terlalu tinggi, maka jika putaran semakin tinggi, ke mungkinan ada penyebabnya ialah kerusakan yang terjadi pada regulator atau rectifier.

Tegangan pegisian yang terlalu rendah Arus pengisian terlalu kecil, kemungkinan penyebabnya ialah berupa kerusakan pada regulator atau rectifier (meregulasi terlalu rendah), atau pada kumparan generator rusak.

Pemeriksaan pada Kumparan Pengisian
Pemeriksaan Kumparan Pengisian, pemeriksaan sistem pengisian yang terjadi pada kendaraan sepeda motor.
Pemeriksaan Kumparan Pengisian

Pemeriksaan pada kumparan generator dari pembangkit dapat dilakukan melalui soket yang akan masuk langsung menuju ke regulator yang berjumlah 4 pin. Lepas soket yang terhubung dari regulator dengan cara menekan pengunci soket dan menarik keluar.

Ukur pada bagian dari ujung dan pada ujung pin kabel berwarna hijau (G) pada sisi generator terhadap massa/bodi,hasilnya harus ada kontinuitas hubungan/tanpa tahanan. Ukur ujung pin dan pada konektor kabel berwarna merah (R) terhadap massa,hasilnya harus ada tegangan baterai.

Ukur pada ujung pin dari kabel berwarna putih (W) terhadap massa sehingga, hasilnya harus ada berupa tahanan berkisar antara 1,1 -1,2 ohm.

Pemeriksaan terhadap Regulator atau Rectifier

Bila Regulator atau rectifier rusak maka komponen itu tidak dapat diperbaiki, sehingga yang terjadi adalah pada komponen tersebut harus diganti dengan yang baru. Adapun cara dalam pemeriksaan bisa dilakukan dengan tahapan seperti yang telah dibahas pada sebelumnya. Setelah diperiksa ternyata terdapat kesimpulan hasil dari pemeriksaan menyimpulkan bahwa regulator atau rectifier rusak maka akan dapat dilakukan pengukuran kembali pada regulator untuk lebih meyakinkan bahwa benar-benar regulator atau pada rectifier rusak. Untuk itu ada cara lain dalam menguji regulator rectifier sebagai berikut :

Warna Kabel dan Pemeriksaannya
  • Kabel Baterai diberi warna dengan (merah/putih atau merah)
    • Terdapat tegangan antara kabel merah dan dengan massa
  • Kabel massa diberi warna dengan (hijau)
    • Terdapat kontinuitas pada hubungan antara kabel hijau dengan body.
  • Kabel pengisian diberiwarna dengan (putih)
    • Terdapat nilai tahanan sesuai standar
  • Kabel lampu penerangan jalan diberi warna dengan (kuning)
    • Terdapat nilai tahanan sesuai standar
Setelah hasil dari pemeriksaan selesai dan juga hasil pemeriksaan memenuhi syarat atau sama dengan kondisi yang telah disebutkan pada warna dan pemeriksaan namun pada hasil pengukuran tegangan dari sistem pengisian tidak sesuai dengan ketentuan (14,5 Volt) maka segera gantilah regulator tersebut dengan yang baru.

Regulator atau Rectifier Sepeda Motor

January 28, 2018 0
Regulator atau Rectifier Sepeda Motor
Regulator/Rectifier (Satu Phase)

Sepeda motor pada saat sekarang ini sudah dilengkapi penyetabil tegangan yang baik untuk system pengisian maupun system penerangan yang disebut dengan Regulator atau Rectifier atau Keeprock.
Rangkaian dari Regulator atau Rectifier (Satu Phase), Regulator atau Rectifier pada sepeda motor, memiliki fungsi yang mana Regulator atau Rectifier, pada sistem pengisian.

Rangkaian Regulator atau Rectifier (Satu Phase)

Cara kerja dari sistem pengisian dengan menggunakan Regulator atau Rectifier.

Pada saat tegangan pada baterai masih rendah maka arus yang akan keluar dari generator akan mengalir melalui diode dan akan langsung disearahkan menuju baterai, maka tegangan baterai akan naik melebihi 12 V, bila tegangan baterai sudah mencapai 14,5 V maka diode Zener akan mulai membuka dan juga mengaktifkan transistor sehingga SCR membuka dan juga memotong gelombang dari pembangkitan ketika polaritas dari ground menjadi positif, maka terjadilah penurunan dari tegangan baik yang keluar dari kumparan pengisian ataupun dari kumparan penerangan. Bila tegangan pengisian sedikit turun kurang dari 14,5 V maka SCR akan menutup lagi dan tidak dapat mengalirkan lagi, maka akan ada tegangan pengisian yang naik lagi, dan begitulah kejadiannya berulang ulang sehingga dari tegangan pengisian dan tegangan pada sistem penerangan menjadi konstan pada tegangan 14,5 Volt.

Regulator Pengisian (Tiga Phase)

Sepeda motor yang berkapasitas mesin besar mulai 200 cc biasanya sudah dilengkapi dengan sistem pengisian dari tiga phase agar sistem pengisian dapat terjamin pada setiap kondisi dari putaran mesin karena sepeda motor itu sudah menggunakan baterai dengan kapasitas yang lebih besar juga.

Rangkaian pengisian dengan 3 phase dan dengan menggunakan magnet permanen.

3 Phase dengan magnet permanen

Keterangan :
  • AC – B = Kumparan pembangkit B
  • AC – C = Kumparan pembangkit C
  • Batt = Terminal arus keluar (DC) menuju baterai
  • C  = Terminal informasi tegangan dari sumber DC (baterai)

Cara Kerja Rangkaian Regulator Pengisian (Tiga Phase)

Di waktu medan magnet memotong kumparan diantara dari kumparan A dan juga B maka akan terjadi namanya pembangkitan pada Ujung kumparan A secara maksimum Positif, namun ujung kumparan B maksimum dan negative, maka akan terjadilah yang namanya pengaliran arus melalui diode yang akan melakukan namanya penyearahan tegangan dari kumparan A menuju ke Baterai + dan arus terus mengalir kembali melalui B-menuju SCR yang terhubung dengan kumparan dari B.

Sewaktu yang bersamaan ada juga tegangan yang telah dimonitor oleh regulator atau rectifier pada terminal C. Yang mana terminal C akan dihubungkan langsung menuju ke Baterai atau melalui kunci kontak. Bila tegangan telah terbaca masih rendah maka SCR akan membuka penuh dan Arus mengalir secara maksimum kembali ke kumparan yang sedang membangkitkan (A). Bila tegangan sudah tinggi mencapai (14,5 Volt) maka regulator atau rectifier akan mematikan SCR dengan cara tidak mengaktifkan yang namanya SCR, maka pada saat itu tidak terjadi lagi yang namanya pengembalian arus (pengisian dihentikan). hal ini dikarenakan arus tidak dapat mengalir menuju ke sumbernya (kumparan A). Bila tidak ada lagi pengisian maka dalam waktu yang cukup singkat regulator akan segera mengaktifkan SCR lagi dan akan begitu seterusnya serta hal tersebut terjadi secara sangat singkat sehingga tegangan yang dihasilkan stabil pada ukuran 14,5 Volt.

Regulator Short Circuit (Kumparan Tunggal)

Regulator Rectifier Kumparan tunggal

Sepeda motor yang memang mengaplikasikan berupa generator tunggal mempunyai ciri khusus yaitu berupa kabel yang keluar dari generator akan terdapat 2 kabel. Yang mana kabel tersebut salah satunya dihubungkan langsung ke Regulator untuk dapat mengisi baterai dan dihubungkan secara parallel menuju sistem penerangan (L).

Prinsip Kerja Regulator atau Rectifier Short Circuit

Sumber tegangan pada sistem pengisian dan juga Lampu penerangan hanya dari satu kumparan saja. Yang mana tegangan yang dihasilkan oleh generator masih rendah maka arus hanya akan dapat mengalir melalui diode untuk dapat mengisi baterai, Namun SCR belum aktif (membuka). Apabila tegangan setelah diode (baterai) sudah mencapai tegangan 14,5 volt maka diode Zener akan membuka dan SCR akan membuang arus yang dihasilkan generator menuju ke massa (arus di short), Sehingga tegangan akan turun, bila tegangan turun maka diode Zener akan off begitu juga dengan yang namnya SCR akan off maka arus akan langsung mengalir dan akan kembali menuju ke diode dan ke baterai. Dengan demikian seterusnya sehingga tegangan yang keluar menuju ke baterai dan juga menuju ke lampu dapat diatur hanya sampai dengan 14,5 Volt.

Sifat-sifat yang dimiliki oleh Regulator Rectifier
  • Bila putaran pada mesin rendah (± 2500 rpm) sudah terjadi pengisian pada baterai.
  • Bila putaran yang lebih tinggi (5000 - 8000 rpm) tegangan pengisian tidak dapat naik lagi melebihi dari 14,5 volt.
  • Tegangan yang dibangkitkan pada sistem penerangan tidak akan melebihi dari 14,5 volt

Akibat:
  • Baterai menjadi lebih awet
  • Lampu-lampu akan menjadi awet
  • Bila kumparan pengisian tidak dipasang regulator maka tegangan regulasi tidak ada

Regulator short circuit 3 phase dengan magnet permanen.
Regulator short circuit 3 phase dengan magnet permanen

Cara kerja rangkaian :

Tegangan pengisian yang sudah mencapai 14,5 Volt maka pada SCR 1, SCR 2, SCR 3, akan terbuka dan juga akan membuang arus ke massa sehingga tegangan yang dibangkitkan dari generator turun, bila tegangan dari generator turun kurang dari 14,5 Volt maka pada SCR-nya akan Off sehingga semua arus yang dialirkan seluruhnya menuju baterai akibatnya dari tegangan baterai akan naik lagi sampai pada tegangan sebesar 14,5 Volt kejadian yang sama akan terulang kembali yaitu SCR menghubung singkatan arus dari generator. Sehingga tegangan yang dihasilkan regulator rectifier tidak akan melebihi dari 14,5 Volt.